Pemerintahan 15 Apr 2026

Pemkab Jembrana Sosialisasikan Program 1 Keluarga 1 Sarjana dan Bali Go Global

A

Oleh Administrator

4 Menit Baca
Pemkab Jembrana Sosialisasikan Program 1 Keluarga 1 Sarjana dan Bali Go Global

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat serta mendorong peningkatan partisipasi generasi muda Jembrana dalam mengakses pendidikan tinggi dan peluang kerja global."

Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar sosialisasi Program “1 Keluarga 1 Sarjana” dan Program Bali Go Global pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dua program unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Jembrana. Turut hadir pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana atau yang mewakili, para perbekel/lurah se-Kabupaten Jembrana, bendesa adat, serta kepala SMA/SMK/MAN se-Kabupaten Jembrana.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, ketimpangan sosial dan ekonomi masih menyebabkan akses pendidikan yang belum merata, terutama bagi keluarga kurang mampu. Oleh karena itu, Program “1 Keluarga 1 Sarjana” dihadirkan sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan sektor swasta.

Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Bali sebagai bentuk dedikasi dalam membangun masa depan generasi muda sekaligus memperkokoh peradaban Bali, dengan tujuan memastikan bahwa setidaknya satu anggota dalam setiap keluarga dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

Dalam sambutannya, Bupati Jembrana menegaskan bahwa tugas pemerintah tidak hanya membuat program, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan dengan baik. Ia menyampaikan, “Tugas pemerintah bukan hanya membuat program, tetapi memastikan anak-anak kita benar-benar bisa sekolah. Kita bantu dari sisi akses, kita dorong beasiswa, dan kita bangun kerja sama dengan perguruan tinggi.”

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. drg. I Gede Winasa selaku staf khusus Bupati Jembrana sekaligus kelompok ahli pembangunan Provinsi Bali, serta Dr. Ir. Standhy Suwandhi, A.TD, MT, CI dari tim kerja Krama Bali Go Global.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. drg. I Gede Winasa menjelaskan bahwa Program “1 Keluarga 1 Sarjana” tidak hanya sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa dengan adanya satu sarjana dalam setiap keluarga, diharapkan akan terjadi perubahan pola pikir, peningkatan kapasitas ekonomi, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Selain itu, program ini juga dirancang agar tepat sasaran, terutama bagi keluarga kurang mampu, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini memberikan bantuan biaya pendidikan berupa SPP/UKT hingga Rp8 juta untuk 8 semester, serta bantuan biaya hidup selama masa studi. Bantuan tersebut meliputi Rp1.400.000 per bulan untuk mahasiswa di Denpasar dan Badung, Rp1.200.000 per bulan untuk wilayah Buleleng dan Karangasem, serta Rp750.000 per bulan bagi mahasiswa Universitas Terbuka. Saat ini, tercatat sebanyak 28 perguruan tinggi telah tergabung dalam program tersebut.

Sementara itu, Program Bali Go Global juga diperkenalkan melalui skema magang ke Jepang (IM Japan), yang memungkinkan peserta untuk magang sambil bekerja selama tiga tahun. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia melalui kerja sama antara IM Japan dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Disebutkan bahwa Jepang membutuhkan sekitar 1,2 juta tenaga kerja pada periode 2024–2029, dengan kebutuhan tenaga magang mencapai 420.000 orang, sementara target Indonesia adalah 50.000 peserta magang per tahun. Peserta program akan mendapatkan berbagai fasilitas, seperti uang saku dan tunjangan bulanan, tempat tinggal yang disediakan perusahaan, asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja, jaminan sosial Jepang, tiket pulang-pergi Indonesia–Jepang, serta sertifikat pengalaman kerja berstandar global yang membuka peluang kerja lanjutan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat serta mendorong peningkatan partisipasi generasi muda Jembrana dalam mengakses pendidikan tinggi dan peluang kerja global.

Dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap seluruh elemen masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan melalui Program “1 Keluarga 1 Sarjana” dan Bali Go Global. Partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun di tingkat global. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan program melalui sinergi dengan berbagai pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.

Galeri Foto